<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943</id><updated>2011-11-15T16:34:12.736+07:00</updated><category term='soedoet kota'/><category term='oleh-oleh'/><category term='Tempo Doeloe'/><title type='text'>.</title><subtitle type='html'>Yogyakarta berhati Nyaman</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-2912195790849420239</id><published>2008-09-10T13:41:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T14:58:45.733+07:00</updated><title type='text'>Soegeng Endjang</title><content type='html'>&lt;a href="http://kratonjogja.com/PhotoGallery/Beteng/imagepages/image1.html"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe (Sego Segawe)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.serpongkita.com/piccust/gambar/05_11_084826747917e75_0.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.serpongkita.com/piccust/gambar/05_11_084826747917e75_0.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Program Sepeda Kanggo Sekolah lan Nyambut Gawe (Sego Segawe)&lt;/strong&gt; yang diluncurkan Pemerintah Kota Yogyakarta beberapa waktu yg lalu, hendaknya ditindaklanjuti dengan rencana aksi yang jelas. Jangan sampai kemudian program tersebut tidak mendapat respons dari masyarakat karena kurang atau tidak adanya program yang berkelanjutan. Misalnya tidak adanya sarana tempat parkir di kawasan publik maupun di instansi negeri maupun swasta. Beberapa tahun lalu di Yogyakarta sebenarnya sudah dideklarasikan program 'Jogja untuk Sepeda' oleh Sultan HB X. Juga ada program 'Jogja Kembali Bersepeda'. Sayangya program tersebut belum bisa berjalan maksimal karena tidak adanya rencana aksi berikutnya. Dukungan ketersediaan prasarana dan sarana juga sangat diperlukan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Dukungan tersebut masih minim, misalnya saja masih sangat sedikit tempat parkir khusus sepeda. Kalau menginginkan sepeda menjadi alat transportasi yang sejajar dengan alat transportasi lain, maka ketersediaan tempat parkir selain jalur sepeda merupakan keharusan. Sebenarnya langkah Pemkot lewat program 'Sego Segawe' sudah sangat bagus, apalagi dengan presure atau 'tekanan' kepada pegawai di lingkungan Pemkot Yogyakarta. Masing-masing Dinas terkait di Pemkot Yogyakarta hendaknya membuat rencana aksi seperti Dinas Perhubungan, Lingkungan Hidup atau Dinas Pendidikan. &lt;a href="http://podjok.com/wp-content/uploads/2008/04/2008april13n116.JPG"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://podjok.com/wp-content/uploads/2008/04/2008april13n116.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Tujuannya agar program 'Sego Segawe' tidak hanya gebyar pada awalnya saja. Dikonfirmasi, Walikota Yogya Herry Zudianto mengatakan Pemkot saat ini sedang mempelajari secara teknis termasuk peta jalur sepeda yang dibuat B2W Chapter Yogyakarta, konsep-konsep pendukung sarana prasarana khususnya jalur sepeda untuk gerakan Sego Segawe. Mulai dari perencanaan di atas kertas menjadi detail implementasi teknis di lapangan. "Tentunya mungkin kita mulai di ruas-ruas jalan tertentu, pada jam-jam tertentu (misal jam masuk dan pulang sekolah) serta hari-hari tertentu terus kita lihat optimalisasinya," ujar Walikota, Selasa (14/10). Namun, ujar Herry, apresiasi masyarakat luas terhadap pengendara sepeda sangat penting. Sebab kalau tidak, akan percuma jika jalur sepeda akhirnya tidak dihargai oleh jenis pengendara yang lain. Hal tersebut segera dilakukan Pemkot menjawab besarnya responsivitas masyarakat atas gerakan 'Sego Segawe'. Bahkan untuk mendorong peningkatan apresiasi masyarakat luas untuk menghormati pengendara sepeda, Walikota menghimbau dan mendukung sekiranya dimungkinkan dari proses hukumnya, polisi, hakim dapat mengenakan hukuman dan atau denda tambahan khusus bagi pengendara moda transportasi non sepeda yang bertabrakan dengan pengendara sepeda atau pejalan kaki, di mana pengendara moda transportasi non sepeda tersebut dinyatakan bersalah. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;em&gt;(disadur dari beberapa sumber)&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-2912195790849420239?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/2912195790849420239'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/2912195790849420239'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/10/soegeng-endjang.html' title='Soegeng Endjang'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-7722391611811776184</id><published>2008-09-03T14:42:00.001+07:00</published><updated>2008-09-08T13:29:22.189+07:00</updated><title type='text'>klithikan klaklik</title><content type='html'>DICARI (9-Sept-2008)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mencari,berburu,membutuhkan hp CDMA merk Nokia,Huawei C201/230, ZTE 330/306 ato merka lian.Pokoke harga berkisar 200an Silahkan sms 02747451970 arif.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-7722391611811776184?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/7722391611811776184'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/7722391611811776184'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/dicari-9-sept-2008-mencariberburumembut.html' title='klithikan klaklik'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-3201101128709685038</id><published>2008-09-03T14:41:00.003+07:00</published><updated>2008-09-12T15:12:22.443+07:00</updated><title type='text'>Transportasi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;DALAM KOTA&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Djika ingin 'muter2' di Jogja banyak pilihan alat transportasi. Bisa naik Taksi,bis kota untuk route jarak jauh dan andong atawa becak untuk jarak dekat.Transportasi yg baru beredar di kota ini adalah transJogja.Rutenya pun melewati jalur-jalur penting kota Jogja.Harga tiketnya untuk single trip 3000 perak.Pelayanannya mulai jam enam pagi sampai jam 10 malam, asik kan. Selain single trip, Trans Jogja juga memperkenalkan sistem tiket reguler (langganan) yang penggunaanya sama seperti pulsa isi ulang untuk pengguna tetap. Harga tiket reguler tiap perjalanan 2700 rupiah. Ada 6 trayek yang dilayani, mulai dari Terminal Giwangan (terminal AKAP), Terminal Prambanan, Terminal CondongCatur, hingga ke Kota Gede,bahkan sampai ke Bandara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/02/transjogja.jpg"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://ladangkata.com/wp-content/uploads/2008/02/transjogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;ROUTE TRANS JOGJA&lt;br /&gt;1. TRAYEK 1A.&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;TERMINAL PRAMBANAN-BANDARA ADISUCIPTO-STASIUN TUGU-MALIOBORO-JECRute : TERMINAL PRAMBANAN-S5.Kalasan-Bandara ADISUCIPTO-S3. Maguwoharjo-JANTI (lewat bawah)-S3. UINKalijaga - S4.Demangan - S4,Gramedia - S4.Tugu - Stasiun Tugu - MALIOBORO - S4.Kantor Pos Besar - S4.Gondomanan - S4.PasarSentul - S4. SGM - GEMBIRALOKA - S4.Babadan Gedongkuning - JEC - S4.Blok-0 - JANTI (lewat atas) -S3. Maguwoharjo-Bandara ADISUCIPTO-S5. Kalasan-TERMINAL PRAMBANAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;2. TRAYEK 1B. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;TERMINAL PRAMBANAN-BANDARA ADISUCIPTO-JEC-KANTOR POS BESAR-PINGIT-UGM Rute :TERMINAL PRAMBANAN - S5.Kalasan - Bandara ADISUCIPTO - S3.Maguwoharjo - JANTI (iewat bawah) - S4. Blok-O - JEC - S4.Babadan Gedongkuning - GEMBIRALOKA - S4.SGM - S4. PasarSentul - S4.Gondomanan - S4.Kantor Pos Besar - S3. PKU Muh - S3.Pasar Kembang - S4.Badran - Bundaran Samsat - S4.Pingit - S4. Tugu - S4. Gramedia - BUNDARAN – UGM -S3.Colombo-S4.Demangan-S3.UINKalijaga-JANTI - S3.Maguwoharjo-BANDARA ADISUCIPTO-S5. Kalasan -TERMINAL PRAMBANAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;3. TRAYEK 2A. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;TERMINAL JOMBOR-MALIOBORO-BASEN-KRIDOSONO-UGM-TERMINAL CONDONGCATURRute :TERMINAL JOMBOR - S4.Monjali - S4. Tugu - Stasiun Tugu - MALIOBORO - S4.Kantor Pos Besar - S4.Gondomanan - S4.JoktengWetan - S4.Tungkak - S4.Gambiran - S3.Basen - S4. Rejowinangun - S4,Babadan Gedongkuning - 2 GEMBIRALOKA-S4.SGM - S3.Cendana - S4.Mandala Krida - S4.Gayam – Flyover Lempuyangan – KRIDOSONO - S4.Duta Wacana - S4.Galeria - S4.Gramedia – BUNDARAN UGM - S3.Colombo - TERMINAL CONDONGCATUR -S4.Kentungan - S4.Monjali – TERMINAL JOMBOR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;a href="http://transjogja.net/_site-data/Rute_Trayek_Trans_Jogja.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://transjogja.net/_site-data/Rute_Trayek_Trans_Jogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;5. TRAYEK 2B. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;TERMINAL JOMBOR-TERMINAL CONDONGCATUR-UGM-KRIDOSONO-BASEN-KANTOR POS BESAR-WIROBRAJAN-PINGITRute :TERMINAL JOMBOR - S4.MonJali - S4.Kentungan - TERMINAL CONDONGCATUR - S3.Colombo - BUNDARAN UGM - S4.Gramedia - KRIDOSONO - S4.DutaWacana - Flyover Lempuyangan - S4.Gayam - S4.Mandalakrida - S3.Cendana - S4.SGM - GEMBIRALOKA- S4.Babadan Gedongkuning - S4.Rejowinangun - S3.Basen - S4.Tungkak - S4.Joktengwetan - S4,Gondomanan - S4.Kantor Pos Besar - S3.RS.PKU Muh. - S4.Ngabean - S4.Wirobrajan - S3.BPK - S4.Badran - Bundaran Samsat - S4.Pingit- S4.Tugu - S4.Monjali - TERMINAL JOMBOR.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;5. TRAYEK 3A&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;TERMINAL GIWANGAN-KOTAGEDE-BANDARA ADISUCIPTO-RINGROAD UTARA-MM UGM-PINGIT-MALIOBORO-JOKTENG KULON Rute :TERMINAL GIWANGAN - S4.Tegalgendu - S3.HS-Silver - JI. NyiPembayun - S3.Pegadaian Kotagede - S3.Basen - S4. Rejowinangun - S4.Babadan Gedongkuning - JEC - S4.Blok-O - JANTI (lewat atas) S3.Janti - S3.Maguwoharjo - Bandara ADISUCIPTO - S3.Maguwoharjo - Ringroad Utara - TERMINAL CONDONGCATUR - S4.Kentungan - S4. MM UGM - S4.MirotaKampus - S3. Gondolayu - S4.Tugu - S4.Pingit - Bundaran Samsat - S4.Badran - S3.PasarKembang – Stasiun TUGU - MALIOBORO - S4. Kantor Pos Besar-S3. RS.PKU Muh. - S4.Ngabean - S4, JoktengKuIon - S4. Plengkung Gading - S4.Jokteng Wetan - S4.Tungkak - S4.Wirosaban - S4.Tegalgendu - TERMINAL GIWANGAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;6. TRAYEK 3B. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;TERMINAL GIWANGAN-JOKTENG KULON-PINGIT MM UGM-RINGROAD UTARA-BANDARA-KOTA GEDE Rute : TERMINAL GIWANGAN - S4.Tegalgendu - S4.Wirosaban - S4. Tungkak - S4.Jokteng Wetan - S4.Plengkung Gading - S4.Jokteng Kulon - S4. Ngabean - S3.RS.PKU Muh. - S3.PasarKembang - S4.Badran - Bundaran Samsat - S4.Pingit - S4.Tugu - S3.Gondolayu - S4.Mirota Kampus - S4.MM UGM - S4.Kentungan - TERMINAL CONDONGCATUR – Ringroad Utara - S3.Maguwoharjo - Bandara ADISUCIPTO - S3. Maguwoharjo - JANTI (lewat bawah) - S4.Blok-O - JEC - S4.Babadan Gedongkuning - S4.Rejowinangun - S3.Basen - S3.Pegadaian Kotagede - JI.Nyi Pembayun - S3.HS-Silver - S4.Tegalgendu - TERMINAL GIWANGAN&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;strong&gt;ROUTE BIS KOTA&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;1. Jalur 19&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term. Jombor - Ringroad Barat - S4 Demak Ijo - Jl.Godean - S3 Jatikencana - Jl.Kyai Mojo - Jl.P. Diponegoro - Jl.P.Mangkubumi - Jl.Kleringan - Jl.Taman Garuda - Jl.Malioboro - Jl.Jend.A.Yani - Jl.KHA Dahlan - Jl.Wirobrajan - Jl.HOS Cokrominoto - S3 Jatikencana - Jl. Godean - S4Demak Ijo - Ringroad Barat - Term.Jombor.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;2. Jalur 18&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term. Condongcatur - Ringroad utara - Jl. Mon.Jogja Kembali - Jl.AM.Sangaji - Jl.P.Diponegoro - Jl.Tentara Pelajar - Jl.Pasar Kembang - Jl.Malioboro - Jl.Jend.Ahmad Yani - S4 Kantor Pos - Jl.KHA.Dahlan - Jl.Wahid Hasyim - Pojok Beteng Kulon - Jl.MT.Haryono - Jl.Mayjen Sutoyo - Jl.Brigjen Katamso - Jl.Sultan Agung - Jl.Suryo Pranoto - Jl.Dr. Sutomo (lewat atas jembatan laying) - Jl.Dr Wahidin S. - Jl.Prof Dr. Herman Yohannes - Jl.Colombo - Jl.Gejayan - Term. Condongcatur.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;3. Jalur 17 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Kusumanegara Jl.Taman Siswa - Jl.Kol Sugiyono - Jl.Mayjen Sutoyo - Jl.Jend MT. Haryono - Jl.KH. Wahid Hasyim - Jl.Letjen S. Parman - Jl.Kapt. P.Tendean - Jl.RE. Martadinata - S4 Wirobrajan - Jl.KHA Dahlan - Jl.Bhayangkara - Jl.Jogonegaran - Jl.Gandekan - Jl.Jlagran Lor - Jl.Tentara Pelajar - Jl. Magelang - Jl.RW Monginsidi - Jl.Prof.Dr.Sarjito - JL.C . Simanjuntak Jl.Terminal Terban - Jl.C. Simanjuntak - Jl.Prof.Dr. Sardjito - Jl.RW.Monginsidi - Jl.Magelang - Jl.Tentara Pelajar - Jl.Jlagran Lor - Jl.Jlagran Jl.Pringgokusuman - Jl.Letjen S. Prapto - S4 Wirobrajan - Jl.RE Martadinata - Jl.Kapt.Tendean - Jl.Letjen S.Sutoyo - Jl.Kol Sugiyono - Jl.Taman Siswa - Jl.Suryopranoto - Jl.Sukonandi - Jl.Kusumanegara - Jl. Veteran (utara) - Jl.Gambiran - Jl.P. Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;4. Jalur 16&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl.Warungboto) - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Menteri Supeno - Jl.Kol Sugiyono - Jl.Sisingamangaraja - Jl.Menukan - Jl.Parangtritis - Jl.Brigjen Katamso - Jl.Mayor Suryotomo - Jl.Limaran - Jl.Sriwedani - Jl.P.Senopati - Jl.Sultan Agung - Jl.Suryopranoto - Jl.Ki Mangun Sarkoro - Jl.Kusumanegara - Jl.Kenari - Jl.Ipda Tut Harsono - Jl.Laksda Adisucipto - Jl Gejayan - Term. Condongcatur - Jl.Gejayan - Jl.Colombo - Jl.Cikditiro - Jl.Suroto -Jl.Kom.Yos Sudarso - Jl.Suroto - Jl.Jend.Sudirman - Jl.C.Simanjuntak - Term. Terban - Jl.C.Simanjuntak - Jl.Jend. Sudirman - Jl.Cik Ditiro - Jl.Colombo - Jl.Gejayan - Term. Condongcatur - Jl.Gejayan - Jl.Laksda Adisucipto - Jl.IPDA Tut Harsono - Jl.Kenari - Jl.Kusumanegara - Jl.Sultan Agung - Jl.Brigjen Katamso (Jokteng Wetan) - Jl.Parangtritis - Jl. Menukan - Jl.Sisingamangaraja - Jl. Kol Sugiyono - Jl.Menteri Supeno - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;5. Jalur 15&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl.Warungboto) - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Menteri Supeno - Jl.Kol Sugiyono - Jl.Sisingamangaraja /Jl.Imogiri - Ringroad Selatan - Parang Tritis - Jl.Jogokariyan - Jl.DI Panjaitan - Jl.Majen Sutoyo - Jl.Brigjen Katamso - Jl.Ibu Ruswo - Jl.Trikora - Jl.KHA Dahlan - S4 Wirobrajan - Jl.RE Martadinata - Jl.Wates / Pasar Gamping - Jl.Sidoarum - / S3 Bantulan - Jl.Godean - Jl.Kyai Mojo - Jl.Magelang - Jl.RW Monginsidi - Jl.Prof.Dr.Sarjito - Jl.Terban - Jl.Colombo - Jl.Lingkar UGM Penuh (Jl. Prof.Notonegoro - Jl.Olahraga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tunggal Ika ) - Jl.Kaliurang Jl.Prof Dr. Sardjito - Jl.RW. Monginsidi - Jl.Magelang - Jl.Kyai Mojo - Jl.Godean /S3 Bantulan - Jl.Sidoarum / Pasar Gamping - Jl.Wates - Jl.RE. Martadinata /S4 Wirobrajan - Jl.Kyai Haji Ahmad Dahlan - Jl.Trikora - Jl.Ibu Ruswo - Jl.Brigjen Katamso - Jl.May.jen Sutoyo - Jl.Jend.DI Panjaitan - Jl.Mangkuyudan - Jl.Parangtritis - Jl.Menukan JlSisingamangaraja - Jl.Kol.Sugiyono - Jl. Menteri Supeno - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;6. Jalur 14 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Pandean- Jl.Glagahsari - Jl.Kusumanegara - Jl.Cendana - Jl.Gondosuli - Jl.Mojo - Jl.Munggur - Jl.Gejayan - Term. Condongcatur - Ringroad Utara - Jl.Mon Jogya Kembali - Jl.A.M. Sangaji - Jl.Prof Dr. Sarjito - Jl.Terban - Jl.Colombo - Jl.Lingkar UGM Penuh (Jl. Prof.Notonegoro - Jl.Olahraga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tunggal Ika - Jl.Kaliurang Jl.Prof Dr. Sardjito - Jl.A.M. Sangaji Jl.Mon Joga Kembali - Ringroad Utara - Term. Condongcatur - Jl.Gejayan - Jl.Jend. Urip Sumoharjo - Jl.Dr. Wahidin - Jl.Kusbini - Jl.Langensari - Jl.Munggur - Jl.Mojo - Jl.Gondosuli - Jl.Cendana - Jl.Kusumanegara - Jl.Gedong Kuning - Jl. Rejowinangun - Jl.Ki Penjawi - Jl.Gambiran (Jl. Warungboto) - Jl.Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;7. Jalur 13&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl. Warungboto) - Jl.Pramuka - Jl.Ringroad Selatan - Jl.Imogiri - Jl.Tri Tunggal - RS.Wirosaban - Jl.Lowanu - Jl.Taman Siswo - Jl.Sultan Agung - Jl.Mayor Suryotomo - Jl.Mataram - Jl.Abubakar Ali - Jl.Suroto - Jl.Jendral Sudirman - Jl.A.M. Sangaji - Jl.Mon Jogja Kembali - Ringroad Utara - Terminal Jombor - Ringroad Utara - Jl.Mon Jogja Kembali - Jl.A.M. Sangaji - Jl.Jendral Sudirman - Jl.Suroto - Jl.Ahmad Jajuli - Jl.Mataram - Jl.Mayor Suryotomo - Jl.Sultan Agung - Jl.Taman Siswa - Jl.Menteri Supeno - Jl.Veteran - Term Giwangan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;8. Jalur 12 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Pandean - Jl.Glagahsari - Jl.Kusumanegara - Jl.Sultan Agung - Jl.P. Senopati - Jl.KHA Dahlan - S4 Wirobrajan - Jl.RE Martadinata - Jl.P. Senopati - Jl. KHA.Dahlan - S4 Wirobrajan - Jl.RE Martadinata - Jl.HOS Cokroaminoto - Jl.Pembela Tanah Air - Jl.Tentara Pelajar - Jl.Magelang - Jl.RW. Monginsidi - Jl.Prof Dr. Sarjito - Jl.Terban - Jl.Colombo - Jl.Lingkar UGM Penuh (Jl. Prof.Notonegoro - Jl.Olahraga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tunggal Ika - Jl.Kaliurang - Jl.Prof Dr. Sardjito, Jl. RW Monginsidi - Jl. Magelang - Jl. Tentara Pelajar - Jl.Pembela Tanah Air - Jl.HOS Cokroaminoto - S4 Wirobrajan - Jl.RE Martadinata - Jl.KHA Dahlan - Jl.P. Senopati - Jl.Sultan Agung - Jl.Suryopranoto - Jl.Sukonandi - Jl.Kusumanegara - Jl.Glagahsari - Jl.Pandean - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl. Warung Boto) - Jl.P. Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;9. Jalur 11&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan- Jl.Veteran - Jl.Ki Penjawi Jl.Rejowinangun - Jl.Gedongkuning - Jl.Kemasan - Jl.Nyi Pembayun - Jl.Tegal Gendu - Jl.Tegal Turi - Jl.Sorogenen - Jl.Tri Tunggal - Jl.Imogiri - Ringroad Selatan - Jl.SO 1 Maret (Jl. Bantul) - Jl.KH. Wahid Hasyim - Jl.Letjen S. Parman - Jl.Patangpuluhan - Jl.IKIP PGRI - Jl.RE.Martadinata - S4. Wirobrajan - Jl.Letjen S. Prapto - Jl.Jlagran Lor - Jl.Pasar Kembang - Jl.Malioboro - Jl.Ahmad Yani - Jl.KH. Ahmad Dahlan - S4 Wirobrajan - Jl.RE. Martadinata - Jl.IKIP PGRI Jl.Patangpuluhan - Jl.Bugisan - Jl.Sugeng Jeroni - Jl.Ringroad Selatan - Jl.Imogiri - Jl.Tri Tunggal - Jl.Sorogenen - Jl.Tegal Turi - Jl.Tegal Gendu - Jl.Ki Penjawi - Jl.Gambiran (Warungboto) - Jl.Perintis Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;10. Jalur 10&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Kenari - Jl.Bung Tarjo (Jl. Gayam) - Jl.Kompol Bambang Sugeng (Jl. Bausasran) - Jl.Juminahan - Jl.Mataram - Jl.Abubakar Ali - Jl.Yos Sudarso - Jl.Atmosukarto - Jl.Kusbini - Jl.Langensari - Jl. Munggur - Jl.Laksda Adi Sucipto - Jl.Solo - Jl.Kledokan - Jl.Babarsari - Jl.Solo - Ringroad Utara - Term. Condongcatur - Jl.Gejayan - Jl.Colombo - Jl.Lingkar UGM penuh (Jl. Prof. Notonagoro - Jl.Olah Raga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tungal Ika) - Jl.Kaliurang - Jl.Terban - Jl.Colombo - Jl.Gejayan - Term. Condongcatur - Ringroad Utara - Jl.Solo - Jl.Babarsari - Jl.Kledokan - Jl.Solo - Jl.Laksda Adisucipto - Jl.Jend. Urip Sumoharjo - Jl.Suroto - Jl.Kom. Yos Sudarso - Jl.Abu Bakar Ali - Jl.Mataram - Jl.Mas Suharto - Jl.Hayam Wuruk - Jl.Kompol Bambang Sugeng (Jl. Bausasran) - Jl.Bung Tarjo (Jl. Gayam) - Jl. Kenari - Jl.Veteran (Utara) - Jl.Gambiran (Jl. Warungboto) - Jl.P. kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;11. Jalur 9&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Ki Penjawi - Jl.Rejowinangun - Jl.Gedong Kuning - Jl.Kusumanegara - Jl.Sultan Agung - Jl.Taman Siswa - Jl.Kol. Sugiyono - Jl.Brigjend. Katamso - Jl.P. Senopati - Jl.KH. A. Dahlan - Jl.KH. Wahid Hasyim - Jl.Letjen. S. Parman - Jl.Patangpuluhan - Jl.IKIP PGRI - Jl.RE. Martadinata / Jl. Wates - Ringroad Selatan - Jl.Mundusari - ISI Bugisan - Jl.Bugisan - Jl.Letjen S. Parman - Jl.Wahid Hasyim - Jl.KH. A. Dahlan - Jl.P. Senopati - Jl.Brigjend. Katamso - Jl.Kol. Sugiyono - Jl.Taman Siswa - Jl.Suryo Pranoto - Jl.Sukonandi - Jl.Kusumanegara - Jl.Veteran Utara - Jl.Ki Penjawi - Jl.Rejowinangun - Jl.Gedong Kuning - Jl.Ngeksigondo - Jl.P. Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;12. Jalur 8&lt;/strong&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl. Warungboto) - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Pramuka - Jl.Tegal Gendu - Jl.Nyi Pembayun - Jl.Kemasan - Jl.Gedong Kuning - / S4 Gedong Kuning - Jl.Kusumanegara - S4 SGM - Jl.Kenari Timur - Jl.Ipda Tut Harsono IAIN - Jl.Laksda Adisucipto - Jl.Gejayan - Term. Condongcatur - Jl.Gejayan - Jl.Urip Sumoharjo - S4 Korem Lama - Jl. Suroto - Jl.Yos Sudarso - Jl.Abubakar Ali - Jl. Mataram - Jl. Suryotama - Jl.Sultan Agung - Jl. Suryopranoto - Jl.Sukonandi - Jl.Kusumanegara - Jl.Gedong Kuning - S4 Rejowinangun - Jl. Gedong Kuning - Jl.Kemasan - Jl.Nyi Pembayun - Jl.Tegal Gendu - Jl.Pramuka - Jl.Perintis Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;13. Jalur 7&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Veteran (Utara) - Jl.Kusumanegara - Jl.Janti Gedong Kuning - Jl.Janti - Jl.Laksda Adisucipto - Jl.Gejaan - Term. Condongcatur - Ringroad Utara - Jl.Kaliurang - Jl.Lingkar UGM penuh (Jl.Argo - Jl.Olahraga - Jl.Prof. Notonagoro - Jl.Terban - Jl.Kaliurang - Jl.Bhineka Tunggal Ika - Jl.Kesehatan - Jl.Teknika Selatan ) - Jl.Kaliurang - Ringroad Utara - Term. Condongcatur - Jl.Gejayan - Jl.Laksda Adisucipto - Jl.Janti - Jl.Janti Gedong Kuning - Jl.Kusumanegara - Jl.Veteran (Utara) - Jl.Gambiran / Jl. Warungboto - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;14. Jalur 6&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term.Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Kusumanegara - Jl.Sultan Agung - Jl.Gajah Mada - Jl.Hayam Wuruk - Jl.Lempuyangan - Jl.Yos Sudarso - Jl.Atmosukarto - Jl.Dr. Wahidin S. - Jl.Prof. Dr. Herman Yohanes (Jl. Rahayu Samirono) - Jl.Lingkar UGM penuh - (Jl. Prof. Notonegoro) - Jl.Olahraga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tunggal Ika - Jl.Kaliurang - Jl.Terban - Jl.Prof Dr. Herman Yohanes (Jl. Rahayu Samirono) - Jl.Jend. Sudirman - Jl.Suroto - Jl.Kom. Yos Sudarso - Jl.Lempuyangan - Jl.Hayam Wuruk - Jl.Gajah Mada - Jl.Sultan Agung - Jl.Suryopranoto - Jl.Sukonandi - Jl.Kusumanegara - Jl.Veteran (Utara) - Jl.Gambiran (Jl.Waungboto) - Jl.P. Kemerdekaan - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;15. Jalur 5&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl.Warungboto) - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Menteri Supeno - Jl.Kol Sugiyono - Jl.Parang Tritis - Jl.Mangkuyudan - Jl.DI.Panjaitan - Jl.Jend MT. Haryono - Jl.KH. Wahid Hasyim - Jl.Kyai H. Ahmad Dahlan - Jl.Bhayangkara - Jl.Jogonegaran - JL.Gandekan - Jl.Jlagran Lor - Jl.Tentara Pelajar - Jl.Magelang - Terminal Jombor - Ringroad Utara - Jl.Kaliurang - Jl.Bhineka Tunggal Ika - Jl.Kesehatan - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kaliurang - Ringroad Utara - Jl.Magelang - Jl.Tentara Pelajar - Jl.Jlagran Lor - Jl.Jlagran - Jl.Pringgokusuman - Jl.Letjen Suprapto - Jl.KH.A.Dahlan Jl.Trikora - Alun-alun Lor - Jl.Rotowijayan - Jl.Ngasem Jl.Polowijayan - Jl.Kadipaten - Jl.KH. Wahid Hasyim - Jl.MT. Haryono - Jl.Jend. DI. Panjaitan - Jl.Mangkuyudan - Jl.Parangtritis - Jl.Kol Sugiyono - Jl.Menteri Supeno - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;16. Jalur 4 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl.Warungboto) - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Ngeksigondo - Jl.Gedong Kuning - Jl. Kusumanegara - Jl.Sultan Agung - Jl. Mayor Suryotomo - Jl. Mataram - Jl.Abubakar Ali - Jl.Kom. Yos Sudarso - Jl.Suroto - Jl.Cik Di Tiro - Jl.Colombo - Jl.Lingkar UGM Penuh (Jl.Prof Notonegoro - Jl.Olah Raga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tunggal Ika - Jl.Kaliurang) - Jl.C. Simanjuntak - Jl.Jend. Sudirman - Jl.P.Mangkubumi - Jl.Kleringan - Jl.Taman Garuda - Jl.Malioboro - Jl.Jend. A. Yani - Jl.Kusumanegara - Jl.Gedong Kuning - Jl.Ngeksigondo - Jl.Perintis Kemerdekaan - Jl.Veteran Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;17. Jalur 3&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl.Warungboto) - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Menteri Supeno - Jl.Taman Siswa - Jl.Suryopranoto - Jl.Suryopranoto - Jl.Bung Tarjo (Gayam) - Jl.Kenari - Jl.IPDA TUT Harsono - Jl.Laksda Tut Harsono - Jl.Laksda Adi Sucipto - Jl.Gejayan - Terminal Condong Catur - Jl.Gejayan - Jl.Colombo - Jl.Lingkar UGM Penuh (Jl.Prof Notonegoro - Jl.Olah Raga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tunggal Ika - Jl.Kaliurang) - Jl.Terban - Jl.Colombo - Jl.Gejayan - Jl.Laksda Adisucipto - Jl.Ipda Tut Harsono - Jl.Kenari - Jl.Bung Tarjo (Jl.Gayam) - Jl.Ki Mangun Sarkoro - Jl.Taman Siswa - Jl.Menteri Supeno - Jl.Veteran - Term Giwangan.&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;18. Jalur 2 &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Term Giwangan - Jl.Veteran - Jl.Gambiran (Jl.Warungboto) - Jl.P.Kemerdekaan - Jl.Menteri Supeno - Jl.Kol. Sugiyono - Jl.Sisingamangaraja - Ringroad Selatan - Jl.Parangtritis - Jl.Brigjen Katamso - Jl.Mayor Suryotomo - Jl.Mataram - Jl.Abu Bakar Ali - Jl.Kom. Yos Sudarso - Jl.Suroto - Jl.Cik Di Tiro - Jl.Lingkar UGM Penuh (Jl.Prof Notonegoro - Jl.Olah Raga - Jl.Agro - Jl.Teknika Selatan - Jl.Kesehatan - Jl.Bhineka Tunggal Ika) - Jl.Kaliurang- Jl.Terban - Jl.Cik Di Tiro - Jl. Suroto - Jl.Kom. Yos Sudarso - Jl.Abubakar Ali - Jl.Mataram - Jl.Mayor Suryotomo - Jl.Brigjen Katamso - Jl. Parangtritis - Jl. Menukan - Jl.Sisingamangaraja - Jl.Kol.Sugiyono - Jl.Menteri Supeno - Jl.Veteran - Term Giwangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://mycityblogging.com/yogyakarta/files/2007/11/100-1211-20071115004630.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://mycityblogging.com/yogyakarta/files/2007/11/100-1211-20071115004630.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Andong sedang melintas di depan Gedung Agoeng / Istana&lt;/span&gt;&lt;a href="http://farm1.static.flickr.com/110/281911908_329e98ba1a_o.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://farm1.static.flickr.com/110/281911908_329e98ba1a_o.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Becak dg turis menuju kraton&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-3201101128709685038?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/3201101128709685038'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/3201101128709685038'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/transportasi.html' title='Transportasi'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-4020921044517001204</id><published>2008-09-03T14:15:00.011+07:00</published><updated>2008-10-15T15:39:51.760+07:00</updated><title type='text'>Koeliner</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;butuh kenangan ... jogja tempatnya ... &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;butuh bersenang2 ... jogja tempatnya ...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;butuh makanan khas ... jogja tempatnya ...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;jadikan jogja kota kenangan tanpa akhir ..... &lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;pulang ke kotamu ada setangkup haru dalam rindu ...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;masih seperti dulu tiap sudut menyapuku bersahabat ...&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sugeng Rawuh .... Selamat datang di Jogja, kota pelajar, budaya, wisata, perjuangan dan segudang julukan lain. Kota kecil nan unik ini banyak menyediakan tempat yang bisa anda kunjungi selama liburan atau saat 'mampir sesaat, jangan lewatkan menikmati masakan khas yg sudah tekenal seperti gudeg atau masakan lain yang menjadi 'klangenane' wong jogja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;SATE KARANG&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kenapa dinamai Sate Karang? Itu karena sate spesial ini dijajakan di pinggiran Lapangan Karang, Kotagede. Bila anda awam dengan Kotagede dan ingin menjajal kenikmatannya, Sate daging sapi ini sudah dijual di Kotagede katanya sih, sejak Indonesia belum merdeka. Waktu itu namanya bukan Sate Karang dan masih dijajakan keliling Kotagede dengan pikulan oleh Mbah Karyo, generasi pertama yang berdagang sate sapi ini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.sileah.com/wp-content/uploads/2008/03/satekarang.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.sileah.com/wp-content/uploads/2008/03/satekarang.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Pada tahun 1984, sate keliling ini mulai parkir di pinggir Lapangan Karang sehingga mendapatkan labelnya sampa sekarang ini. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Hebatnya, hingga generasi ketiganya saat ini, cita rasa sate sapi ini tetap terjaga sesuai dengan resep paten Mbah Karyo berpuluh tahun yang lalu. Rasa asli sate yang empuk dan gurih ini dijamin akan menorehkan kenangan kelezatan yang mendalam di dalam hati &amp;amp; lidah anda.&lt;br /&gt;Tidak cukup sampai di situ, untuk melengkapi gempuran kenikmatannya, lontong berkuah opor tempe (yang lagi-lagi kreasi Mbah Karyo) akan menjadi teman makan yang tiada duanya. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bumbu kacang sate yang kuenthel bereaksi dengan kuah opor yang encer yang menghasilkan perpaduan nuansa rasa manis-gurih dengan keharuman rempah yang khas.Pingin mencoba datanglah ke Lapangan Karang pada petang hingga malam hari. Sebaiknya jangan datang dan makan sendiri, sebab tdk ada nikmatnya, anda dikira orang hilang karena kebanyakan pembelinya adalah sepasang remaja, rombongan atau sekeluarga. Sambil duduk lesehan di tempat terbuka, kita bisa menikmati suasana malam yg indah dan menikmati indahnya bulan dan bintang di langit (kalau tidak mendung). Anda tergoda atau tidak silahkan ajak teman,sodara,pacar, ato keluarga anda untuk mencoba rasa dan suanananya ...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;SATE KLATAK&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagi orang luar Jogja, sate ini terasa asing di telinga. Sate Klatak yg khas itu terletak di pasar Pleret, suatu tempat ke arah selatan kota Jogja searah dengan makam raja-raja Imogiri &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;kurang lebih 7 km dari pusat kota Jogja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sate Klatak sebenarnya adalah sate kambing. Konon Klatak adalah nama daerah, asal sate itu dikenal. Yang membedakan dengan sate kambing pada umumnya adalah bumbunya. Daging kambing pada sate klatak dipotong tebal-tebal, kira-kira 2 kali ukuran potongan sate kambing umumnya. Lalu bumbunya hanya garam saja, dicelupkan kemudian langsung dibakar. &lt;/span&gt;&lt;a href="http://img95.imageshack.us/img95/715/img1238lg4.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 272px; CURSOR: hand" height="173" alt="" src="http://img95.imageshack.us/img95/715/img1238lg4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Keunikan lain adalah dalam hal penyajian. Sate Klatak tidak ditusuk dengan lidi atau bilah bambu, tapi dengan besi. Besinya cukup panjang, kalau tidak salah itu besi jeruji sepeda, yang sedikit dibengkokkan ujungnya untuk pegangan. Dan tusuk besi ini tidak dibuang, dagingnya sudah diambil, maka dipakai kembali untuk tusukan berikutnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Bagaimana rasanya sate kambing hanya dengan garam? Boeat orang awan rasanya mungkin terasa aneh dan asin, namun empuknya daging menjadi keunikan tersendiri. Cocok buat yang lagi sakit gigi, tapi tetep bisa menikmati sate karena tdk alot dagingya.Bagi yg sudah terbiasa dengan sate klatak, menikmati rasanya seperti di awang-awang. Sekali waktu mencoba sebagai variasi dari sate kambing umumnya dan merasakan s&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ensasionalnya perjalanan ke pasar Pleret (dari Jogja) sepanjang kanan kiri jalan ada sekitar 40-an penjual sate, dan juga uniknya cara penyajiannya dengan yaitu tusuk besi tadi. Satu porsi hanya berisi 2 tusuk (tergantung pesanan), tapi karena dagingnya tebal dan tusuknya panjang, cukup untuk mengenyangkan perut yang normal dengan nasi putih sepiring. Harga satu porsi sate klatak hanya Rp 8.000,00.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masih ad&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;a sensasi yang lain. Kalau malam minggu pembeli sate klatak cukup banyak. Sementara jeruji tusuk sate ini terbatas. Kalau semua tusuk sate terpakai, maka kita mesti nunggu sampe pembeli lain selesai makan, giliran memakai tusuk besinya. capeek dech ...&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;GUDEG&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Semua makhluk di planet manapun juga tahu makanan ini. Jadi kalau anda tidak tahu ya keterlaluan. Makanan ini memang sudah identik dengan kota Jogja. Namanya juga gudeg Jogja. Biasanya untuk menarik perhatian para calon pembeli, penjual Gudeg mengemas Gudeg dagangannya dengan kemasan yang menarik, yaitu disajikan dengan kendhil, yaitu wadah yang terbuat dari tanah liat. Selain lebih menarik para calon pembeli, kendhil ternyata juga membuat rasa Gudeg lebih khas dan lebih enak. Gudeg kendhil ini dapat kita jumpai di hampir semua tempat yang menjual Gudeg&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://img186.imageshack.us/img186/3864/gudegmakanansa7.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://img186.imageshack.us/img186/3864/gudegmakanansa7.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;G&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;udeg berbahan dasar nangka muda yang direbus bersamaan dengan bumbu-bumbu khusus, santen, di dasar dan di atas panci bahan-bahan yang direbus yang untuk merebus diberi alas daun jati yang masih muda. Untuk mendapatkan rasa dan warna Gudeg yang sempurna dan enak, bahan-bahan tersebut direbus selama sekitar semalam. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Daun jati dipergunakan untuk mendapatkan warna Gudeg yang menarik. Untuk areh-nya atau kuahnya terbuat dari santan, bumbu-bumbu, dan kunyit untuk pewarna. Kuah tersebut dituangkan di atas Gudeg yang sudah siap disajikan, hanya sedikit saja, selain kuah juga ditaburi bawang goreng.&lt;br /&gt;Gudeg mempunyai rasa yang manis, biasanya disajikan dengan nasi hangat, telur rebus, ayam, ceker ayam, tahu, tempe, krupuk, dll. Untuk minuman pendampingnya, dapat minuman apa saja; misalnya teh hangat, jeruk hangat, es teh, es jeruk, air putih,tergantung selera.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Salah satu tempat gudeg yg cukup dikenal adalah kampung Wijilan yang terletak hanya 200 meter dari Keraton Jogja untuk menikmati sarapan khas Jogja, yakni Gudeg. Wijilan memang dikenal sebagai salah satu sentra makanan asli Jogja. Mau makan di tempat atau dibawa pulang tidak masalah. Asal jangan makan sambil jalan. Tarifnya bervareasi dari Rp. 20.000 - Rp. 100.000 per paket. Tetapi ada juga yang paket murah Rp. 5.000 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usai sarapan anda bisa langsung ke Keraton Jogja. Bisa berjalan kali atawa naik andong kebetulan lewat. Naik becak juga tidak dilarang. Bangunan berusia sekitar 200 tahun ini menyimpan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;banyak hal yang bisa di nikmati pengunjung. Pukul 07.00 WIB Keraton sudah di buka untk umum hingga pukul 13.00 WIB. Ditempat ini anda bisa menyaksikan secara langsung bangunan megah yang menjadi sumber budaya Jogja dan Jawa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Usai dari tempat ini, pergilah ke Jl. Rotowijayan yang juga hanya sekitar 500 meter dari museum kereta. Di tempat ini bisa mendapatkan berbagai souvenir dengan harga miring. Puluhan toko berjajar dikiri kanan jalan yang menyediakan berbagai barang khas Jogja seperti batik &amp;amp; kaos.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Sampai sekitar tengah hari, bagi anda yang Muslim bisa menuju ke Masjid Gede Kauman yang berada di Barat Alun-alun Utara Jogja. Jika anda lelah berjalan bisa menggunakan becak dengan tarif antara Rp.5000 - Rp. 10.000 tergantung bagaimana anda menawar. Malam hari jangan melewatkan kesempatan menikmati gudeg lesehan di sepanjang jl Malioboro atau sepanjang jalan lain di kota Jogja. Soal rasa sama, soal harga di Jalan Malioboro lebih mahal, jadi tergantung anda. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PECEL BAYWATCH&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SPWsDp3AUHI/AAAAAAAAAKM/CDWEdwmsxYo/s1600-h/Pecel-Baywatch-2+t.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5257297318801068146" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SPWsDp3AUHI/AAAAAAAAAKM/CDWEdwmsxYo/s320/Pecel-Baywatch-2%2Bt.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Menyantap Pecel Kembang Turi Racikan Mbah Warno "Anderson"Semula saya sempat bingung dengan julukan Pecel Baywatch yang disandang oleh pecel Mbah Warno.&lt;br /&gt;Warung Mbah Warno terletak di daerah Kasongan, tepatnya berada di jalan menuju Gunung Sempu. Warung yang sudah berdiri sejak 35 tahun lalu ini sangat sederhana. Papan nama warung pecel Mbah Warno ini hanya berukuran 30 x 20 cm2 yang pasti terlewat jika tak benar-benar memerhatikannya. Interior warung diisi oleh perabot yang fungsional dan apa adanya. Hanya terdapat beberapa meja dan kursi kayu serta satu dipan bambu. Di belakang meja tempat meletakkan dagangannya, terdapat dapur berisikan beberapa anglo yang selalu mengepulkan asap. Sebuah posisi yang tak disengaja sebenarnya, sebab dapur dalam konsep Jawa biasanya terletak di bagian belakang. Mbah Warno meletakkan dapur di bagian depan warung pasca gempa Mei 2006 yang meruntuhkan bangunan rumahnya. "Belum punya uang untuk membangun dapur baru", ujarnya.Mbah Warno menjajakan menu utama pecel dengan beragam lauk sebagai pengiringnya. Mulai dari lele dan belut goreng kering, tahu bacem, mangut belut (belut bersantan yang dibumbui cabai), hingga bakmi goreng. Seporsi pecel, lele goreng, dan tahu bacem seolah menantang untuk secepatnya dinikmati. Terdapat empat jenis sayuran dalam hidangan berlumur bumbu kacang ini yakni daun bayam, daun pepaya, kembang turi (Sesbania grandiflora), dan kecambah / taoge. Kita akan disergap rasa manis dari bumbu kacang yang menggelitik lidah. Saat menguyah kembang turi yang agak getir, rasa manis tadi berpadu sehingga menghasilkan kelezatan yang sulit diungkapkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pecel dengan kembang turi merupakan ciri khas pecel "ndeso". Jaman sekarang sudah sulit untuk menemukan penjual pecel seperti ini. Konon kembang turi memiliki khasiat meringankan panas dalam dan sakit kepala ringan. Jadi tidak heran bila orang Jawa, India, dan Suriname (masih keturunan Jawa juga sih, hehehe) sering menyantap kembang turi muda sebagai sayuran.Pecel akan bertambah nikmat jika ditambah dengan lele goreng atau tahu bacem. Lele goreng di tempat ini dimasak hingga kering sehingga crispy ketika digigit. Sedangkan tahu bacem yang berukuran cukup besar dapat dinikmati sebagai cemilan bersama cabai rawit. Selain itu juga terdapat hidangan lain seperti belut goreng dengan dua variasinya. Pertama, belut goreng kering yang berukuran kecil dan belut goreng basah yang lebih besar. Ada juga bakmi goreng dan mangut belut bagi anda yang menggemari makanan pedas. Asap dari anglo menambah sensasi rasa dari hidangan di warung ini.Entah karena kenyang atau efek kembang turi, selesai makan kepala terasa lebih cerdas dari biasanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kenapa pecel di tempat ini dijuluki Pecel Baywatch. Terlintaslah imajinasi nakal tentang sosok penjual pecel yang mengenakan bikini seperti Mbak Pamela Anderson atau setidaknya warung ini berada di pinggir pantai. Ternyata salah semua. Hal itu karena Mbah Warno dan asistennya selalu mengenakan sejenis baju yang disebut kaus kutang. Pakaian yang sangat nyaman untuk dikenakan di tengah udara pedesaan Kasongan Bantul yang kering dan panas.Walau penjual pecel ada dimana-mana, Pecel Baywatch tetap menawarkan sesuatu yang lain bagi anda. Sebuah kombinasi kelezatan makanan, suasana pedesaan yang kental, dan keramahan Mbah Warno "Anderson". &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-4020921044517001204?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/4020921044517001204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/4020921044517001204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/koeliner.html' title='Koeliner'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SPWsDp3AUHI/AAAAAAAAAKM/CDWEdwmsxYo/s72-c/Pecel-Baywatch-2%2Bt.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-8101814741604025186</id><published>2008-09-03T11:23:00.002+07:00</published><updated>2008-09-05T15:32:37.899+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='oleh-oleh'/><title type='text'>Oleh-oleh</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;Coklat Monggo, Coklat khas Jogja &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#3366ff;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt; &lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzHdwu4NxI/AAAAAAAAABo/OygVbJXgv5k/s1600-h/coklat-monggo.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL96gf7KibI/AAAAAAAAAIE/apJ2-VGF3jw/s1600-h/coklat-monggo.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242043190026602930" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" height="135" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL96gf7KibI/AAAAAAAAAIE/apJ2-VGF3jw/s320/coklat-monggo.jpg" width="240" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Anda penggemar coklat, pasti sudah tidak asing lagi dengan berbagai jenis merek coklat, mulai dari yang produksi dalam negeri hingga impor seperti Silver Queen, Delfi, Cadburry, Van Houten, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;Semakin mahal harga coklat makin dahsyat rasanya. Ini tak lepas dari perpaduan kualitas coklat yang digunakan serta campurannya. Harga coklat-coklat mahal yang kebanyakan didominasi merek-merek luar negeri terutama dari Swiss. Padahal tanaman coklat (kakao) sendiri merupakan tumbuhan tropis.Dan di Indonesia sendiri tumbuh dengan sumbur tanaman ini. Sayang sekali banyak yg belum memanfaatkan.&lt;br /&gt;Namun seorang warga negara Belgia yg ada di jogjakarta menciptakan coklat dengan cita rasa khas Indoneias. Coklat Monggo, tidak hanya namanya bahan bakunya juga beraroma lokal.Salah satunya adalah jahe. Coklat yang diproduksi oleh CV. Anugerah Mulia Yogyakarta ini rasanya cukup layak bila disandingkan dengan coklat-coklat kelas atas.&lt;br /&gt;Coklat ini memang belum dijual di semua toko di kota Jogkarta. Coklat Monggo ini hanya tersedia di tempat-tempat tertentu. Salah satu lokasi tempat penjualan coklat ini toko &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Mirota Batik yg ada di Jalan A Yani (dekat Pasar Beringharjo) yang merupakan toko penjual suvenir khas Jogja yang terkenal berkelas dan Mirota Kampus , Museum Jawa Klasik Ullen Sentanu, serta di beberapa kounter Circle-K Jogja.&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Tampilannya pun terlihat eksklusif dan elegan tapi tetap memunculkan ciri klasik nuansa Jogja. Walaupun dibungkus secara manual dengan menggunakan kertas berwarna coklat tapi dilipat sangat rapi dan sedemikian rupa sehingga mudah untuk membukanya. Kertas ini membungkus coklat padat yang terbungkus alumunium foil.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://ericbdg.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/dscn6112.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://ericbdg.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/dscn6112.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Harganya memang relatif mahal. Kemasan 40 gram harganya 8 ribu rupiah sedangkan yang besar ukuran 100 gram seharga 19 ribu rupiah. Tetapi harga yang ditawarkan sepadan dengan rasa coklat yang dahsyat ini. Coklat yang mengklaim terdiri dari 58% kakao ini bener-bener membuktikan rasanya.&lt;br /&gt;Di kemasannya tertulis komposisi dari coklat ini antara lain, kakao massa, lemak kakao, lesitin, gula, dan vanila. Lihat, susu tidak tercantum, sehingga vegetarian pun bisa ikut mencicipinya.&lt;br /&gt;Berwarna campuran antara coklat tua dan coklat muda, rasa coklat ini tidak semanis coklat yang biasa kita beli. Tentu saja karena coklat ini termasuk golongan dark chocolate yang beda dengan golongan milk chocolate yang banyak mengandung susu, sehingga coklat ini aman dikonsumsi bagi mereka yang diet karena rendah lemak.&lt;br /&gt;Ciri khas dark chocolate yang rasanya agak-agak pahit ini bener-bener meninggalkan rasa tersendiri yang membuat kita ingin terus memakannya. Uniknya lagi, bila coklat ini dibiarkan terbuka, warna coklat akan berubah menjadi coklat tua. Tersedia 2 (duaa) jenis coklat yang tersedia, yaitu Dark Chocolate dan Caramel Chocolate, dengan 2 jenis rasa yaitu Jahe dan Mete.&lt;br /&gt;Jika duit anda berlebih, rasanya pantas kalo anda membeli coklat ini sebagai oleh-oleh alternatif selain bakpia,yangko. Tersedia kemasan besar yang gambarnya lucu dan unik. Untuk gambar Semar (rasa mete dan jahe), Borobudur (rasa jahe), dan Becak (rasa mete). Anda ingin mencoba, sugeng rawuh wonten Ngayogyokarto .... &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-8101814741604025186?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/8101814741604025186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/8101814741604025186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/coklat-jogja-coklat-monggo-bagi-para.html' title='Oleh-oleh'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL96gf7KibI/AAAAAAAAAIE/apJ2-VGF3jw/s72-c/coklat-monggo.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-8045668847683034156</id><published>2008-09-02T16:52:00.013+07:00</published><updated>2008-09-04T15:22:09.193+07:00</updated><title type='text'>Souvenir</title><content type='html'>&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;KASONGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://www.eljohn.net/direktori/kabupaten/pariwisata/wisata/gift/d000000000000364/13.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.eljohn.net/direktori/kabupaten/pariwisata/wisata/gift/d000000000000364/13.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa Kasongan terletak di Barat daya Yogyakarta. Dari Malioboro ke arah selatan menuju kota Bantul, kurang lebih 10km. Kasongan terkenal sebagai desa pengrajin tembikar atau dikenal gerabah, yaitu kerajinan yg bahan bakunya dari tanah liat. Beragam bentuk perabot seperi pot,vas bunga, model lain tersedia disini.Baik model klasik atau yg nuangsa modern, tinggal pilih.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://cybertravel.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybertravel/Souvenir/Nov07/Gerabah.JPG"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://cybertravel.cbn.net.id/UserFiles/Image/cybertravel/Souvenir/Nov07/Gerabah.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;KERAJINAN KULIT MANDING &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;a href="http://www.visitingjogja.com/baparda/photos/img_0032.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.visitingjogja.com/baparda/photos/img_0032.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Manding sejak dulu merupakan sentra kerajinan kulit di Yogyakarta. Daerah ini mungkin dapat disetarakan dengan Cibaduyut jika di Bandung atau Tanggulangin Sidoarjo. Berbagai macam jenis kerajinan kulit dihasilkan mulai dari sepatu, tas, topi, sabuk,sarung handphone, jaket kulit dan lain-lain. Bahan baku kulitnya macam2 ada kulit sapi,kambing,domba. Selain untuk di jual sendiri, hasil kerajinan Manding juga dijual ke berbagai daerah bahkan sampai di ekspor ke mancadegara.&lt;br /&gt;Manding sendiri terletak di Jalan Prangtritis dari Jogja ke selatan kurang lebih 7 km. Dapat ditempuh dengan bus trayek Jogja-parangtritis juga dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi motor atau mobil. Sepanjang jalan Manding akan ditemui showroom yang menjual berbagai aneka produk kulit. Pengungjung tidak hanya memberli produk yang ada, tetapi juga bisa membeli sesuai dengan pesanan keinginan pembeli.&lt;br /&gt;Para pengrajin kulit sapi ini mempunyai paguyuban, salah satunya Paguyuban Setyo Rukun yang menaungi lebih dari 30 pengrajin. Paguyuban ini turut serta membantu dalam meningkatkan pemasaran dan produksi para pengrajin, diantaranya dengan melayani simpan pinjam.Anda tertarik ....&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;PERAK&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;a href="http://id.media2.88db.com/DB88UploadFiles/2007/11/22/13C90C15-07CE-44AE-8672-9524723A3353.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 152px; CURSOR: hand; HEIGHT: 102px" height="159" alt="" src="http://id.media2.88db.com/DB88UploadFiles/2007/11/22/13C90C15-07CE-44AE-8672-9524723A3353.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Kotagede identik dengan perak sehingga dijuluki Kota Perak. Memang sejak dahulu bekas ibukota Kerajaan Mataram Islam terkenal dengan kerajinan peraknya. Bahkan kerajinan perak Kotagede juga menembus pasar mancanegara.Ratusan warga Kotagede mengantungkan hidupnya dari kerajinan ini. Lihat saja, di sepanjang jalan utama di wilayah yang terletak 7 km arah tenggara pusat Kota Yogyakarta ini berjajar toko-toko yang menjajakan kerajinaan perak. Kata ‘perak’ dan ’silver’ tertera di kanan-kiri Jalan Kemasan, Jalan Mondorakan, hingga Jalan Tegalgendu.&lt;br /&gt;Sebelum tahun 1990-an hanya pengusaha perak yang beromset besar saja yang membuka showroom-nya, seperti Tom Silver, MD Silver, HS Silver, Narti Silver dan sebagainya.&lt;br /&gt;Namun menginjak pertengahan dekade 90-an, pengusaha kecil dan menengah mulai meramaikan bisnis perak ini. Banyak diantaranya yang sebelumnya bekerja sebagai pengrajin perak di perusahaan besar.Pengrajin perak di Kotagede terkenal dengan produknya yang unik, halus dan telaten dalam menggarap produk peraknya sehingga menghasilkan karya seni bernilai tinggi. Ratusan jenis kerarijinan perak dihasilkan, mulai dari cincin, giwang, bros, miniatur sepeda, becak, andhong, kapal-kapalan dan berbagai hiasan lainnya.&lt;br /&gt;Harga jual kerajinan perak Kotagede bervariasi, mulai yang termurah bros rata-rata Rp 10 ribu, cincin perak mulai harga Rp 100 ribu, miniatur becak Rp 250 ribu, miniatur andhong Rp 200 ribu. Bahkan ada yang harganya mencapai puluhan juta rupiah tergantung tingkat kerumitan dan banyaknya bahan baku yang digunakan.Sekedar tips bila ingin membeli kerajinan perak di sini, jangan keburu membeli di satu toko bandingkan dulu dengan harga toko lainnya. Mungkin anda bisa mendapatkan harga yang lebih hemat.&lt;br /&gt;Toko toko kerajinan perak di jogja anda bisa langsung berkunjung ke Kampoeng seni kerajinan perak atau sepanjang Jl. Mondorakan Kotagede Yogyakarta, disana langsung bisa lihat proses pembikinan perak, artshop and workshopnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://panjalu.net/images/silver.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://panjalu.net/images/silver.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Proses pembuatan kerajinan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://id.media1.88db.com/DB88UploadFiles/2007/12/21/366E5669-C7AA-4F8B-BF36-5D497BDDDC94.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://id.media1.88db.com/DB88UploadFiles/2007/12/21/366E5669-C7AA-4F8B-BF36-5D497BDDDC94.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL43wQKQoVI/AAAAAAAAAGE/4hCUIWJA_II/s1600-h/perak+4.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241688318417084754" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL43wQKQoVI/AAAAAAAAAGE/4hCUIWJA_II/s320/perak+4.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Perak bentuk becak&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-8045668847683034156?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/8045668847683034156'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/8045668847683034156'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/souvenir.html' title='Souvenir'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL43wQKQoVI/AAAAAAAAAGE/4hCUIWJA_II/s72-c/perak+4.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-4923216529640979510</id><published>2008-09-02T14:49:00.017+07:00</published><updated>2008-09-04T12:57:27.350+07:00</updated><title type='text'>Gempa 27 Mei 2006</title><content type='html'>&lt;a href="http://mmcc13.tripod.com/astronomy/images/gempa_yogyakarta.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://mmcc13.tripod.com/astronomy/images/gempa_yogyakarta.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gempa 27 Mei 2006 telah meluluh lantakkan Jogja dan sekitrnya (Bantul dan klaten daerah paling parah,Sleman,Yogyakarta) .Korban jiwa diperkirakan sekitar 5000an. Disini ditampilkan gambar-gambar terjadinya yang diambil dari photo pribadi dan sumber lain serta informasi dan referensi teori para ahli bagaimana gempa itu terjadi. Disamping itu ada teori lain, bahwa gempa terjadi karena ada percobaan nuklir ...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[kutipan]&lt;br /&gt;Setelah 2 Tahun Bungkam Akhirnya Sang Nelayan Australia itu Mengungkapkan Rasa Bersalah nya yang gak kunjung Hilang terus menghantuinnya hari ke hari akhirnya sang nelayan Australia berhasil kami wawancarai, berikut ini sedikit kutipan dari hasil wawancara via phone : "Oh My GOD, I don't believe it, I only fell silent said nothing saw this incident and unintentionally immortalised this incident, but sorry from me because just now I revealed the very frightening mystery"Berikut Berapa Bukti Atas Kebenaran Sang Nelayan Australia Tersebut :Hasil Jepretan Sang NelayanSetelah Banyak Mengorek Banyak Info dari Sang Nelayan, sebelum ledakan nuklir itu terjadi ada pesawat berbentuk aneh berwarna gelap menghiasi pagi itu, tapi Sang Nelayan Tidak Begitu Memperdulikannya, Tapi setelah sekian menit ledakan muncul dan Sang Nelayan Kaget Sampai Terperanjat...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4CganVO3I/AAAAAAAAAFk/YD4LEoZ_5qE/s1600-h/nuklear2.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241629772229196658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4CganVO3I/AAAAAAAAAFk/YD4LEoZ_5qE/s320/nuklear2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4CYhST67I/AAAAAAAAAFc/7XV4hmk9MIs/s1600-h/nuklear1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241629636581125042" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4CYhST67I/AAAAAAAAAFc/7XV4hmk9MIs/s320/nuklear1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4CBILcH7I/AAAAAAAAAFM/vMDxTNyvoT0/s1600-h/gempa_jogja1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241629234704424882" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4CBILcH7I/AAAAAAAAAFM/vMDxTNyvoT0/s320/gempa_jogja1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://unosat.web.cern.ch/unosat/freeproducts/indonesia/UNOSAT_Bantul_Atlas_3B_31mai06_lowres.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://unosat.web.cern.ch/unosat/freeproducts/indonesia/UNOSAT_Bantul_Atlas_3B_31mai06_lowres.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.newsindo.com/yogya/yogyafoto.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.newsindo.com/yogya/yogyafoto.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://www.littlecare.org/gallery/gal_august/emergency_aid_to_earthquake_victims_jogja_july_06/images/earthquake_damage_in_bantul_from_the_air_2.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.littlecare.org/gallery/gal_august/emergency_aid_to_earthquake_victims_jogja_july_06/images/earthquake_damage_in_bantul_from_the_air_2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://escoret.net/blog/wp-content/uploads/2006/05/Picture%200052.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://escoret.net/blog/wp-content/uploads/2006/05/Picture%200052.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://img148.imageshack.us/img148/5087/1087tu.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://img148.imageshack.us/img148/5087/1087tu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://unosat.web.cern.ch/unosat/freeproducts/indonesia/UNOSAT_Bantul_Atlas_3B_31mai06_lowres.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://ciptakarya.pu.go.id/dok/gempa/pedoman/LEFLAT%20KAYU%20TAHAN%20GEMPA%201.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://ciptakarya.pu.go.id/dok/gempa/pedoman/LEFLAT%20KAYU%20TAHAN%20GEMPA%201.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/08/gempa-jogja.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://dongenggeologi.files.wordpress.com/2007/08/gempa-jogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://i17.photobucket.com/albums/b61/olenk_top/gempa%20jogja%2027mei06/2nd.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://i17.photobucket.com/albums/b61/olenk_top/gempa%20jogja%2027mei06/2nd.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.alumni.ugm.ac.id/simponi/images/foto/kiriman_gempa_kantor_pos.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.alumni.ugm.ac.id/simponi/images/foto/kiriman_gempa_kantor_pos.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.flowgi.org/webimages/aardbev_yogya_2006_Flowgi-in-Action-with-Mr-Rex.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.flowgi.org/webimages/aardbev_yogya_2006_Flowgi-in-Action-with-Mr-Rex.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3n8Xe8WAI/AAAAAAAAAE8/8lNwDC7lk_I/s1600-h/100_2118.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241600565611091970" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3n8Xe8WAI/AAAAAAAAAE8/8lNwDC7lk_I/s320/100_2118.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3nnar52qI/AAAAAAAAAEs/jJnq-40vdXM/s1600-h/100_2111.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241600205693508258" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3nnar52qI/AAAAAAAAAEs/jJnq-40vdXM/s320/100_2111.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3nBcXHzhI/AAAAAAAAAEk/Uv4qY0z2DU0/s1600-h/100_21582.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241599553308184082" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3nBcXHzhI/AAAAAAAAAEk/Uv4qY0z2DU0/s320/100_21582.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3jcZ9X1bI/AAAAAAAAAEU/6yMJx3CQolw/s1600-h/100_2141.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241595618473268658" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3jcZ9X1bI/AAAAAAAAAEU/6yMJx3CQolw/s320/100_2141.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3jJ__H15I/AAAAAAAAAEM/g-OtTUKP_BQ/s1600-h/100_2120.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241595302263642002" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3jJ__H15I/AAAAAAAAAEM/g-OtTUKP_BQ/s320/100_2120.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3i9e9pgtI/AAAAAAAAAEE/dTjUxUk6EsU/s1600-h/100_2113.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241595087240659666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3i9e9pgtI/AAAAAAAAAEE/dTjUxUk6EsU/s320/100_2113.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4Ew5-sy5I/AAAAAAAAAFs/eG51Ub4qgtY/s1600-h/100_2109.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241632254549871506" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4Ew5-sy5I/AAAAAAAAAFs/eG51Ub4qgtY/s320/100_2109.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3hoduZk2I/AAAAAAAAADc/Eq6NJZq22m8/s1600-h/100_2122.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241593626619384674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL3hoduZk2I/AAAAAAAAADc/Eq6NJZq22m8/s320/100_2122.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-4923216529640979510?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/4923216529640979510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/4923216529640979510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/gempa-27-mei-2006.html' title='Gempa 27 Mei 2006'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4CganVO3I/AAAAAAAAAFk/YD4LEoZ_5qE/s72-c/nuklear2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-5307188890843720409</id><published>2008-09-02T14:43:00.002+07:00</published><updated>2008-12-09T12:08:43.951+07:00</updated><title type='text'>Tradisi</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Grebeg&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://students.ukdw.ac.id/~22022850/image/grebeg.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 196px; CURSOR: hand; HEIGHT: 266px" height="356" alt="" src="http://students.ukdw.ac.id/~22022850/image/grebeg.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat setiap tanggal 1 Sawal dalam Kalender Jawa mengelar tradisi Grebeg Syawal (Sawal), menandai hari kemengan setelah berpuasa Ramadhan sebulan penuh.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Grebeg atau Garebeg adalah tradisi Kraton Ngayogjakarta Hadiningrat sebagai perwujudan Hajad Dalem atau sedekah Sultan kepada rakyatnya yang disimbolisasikan dengan Gunungan yang berisi sayuran diantara kacang panjang, cabe dan sebagainya. Kraton Yogya selain menggelar Grebeg Syawal juga meggelar Grebeg Maulud untuk memperingati Maulud Nabi Muhammad SAW serta Grebeg Besar pada saat Idul Adha.&lt;br /&gt;Walapun Upacara tradisional ini telah berusia ratusan tahun, ternyata masih mendapat sambutan luas masyarakat Yogyakarta, terbukti ribuan warga memadati Pagelaran Kraton Yogya dan sepanjang rute menuju halaman Masjid Gedhe Kauman,setiap acara digelar. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Tradisi ini biasanya menjadi tontonan yang menarik boeat wisatawan mancanegara yang dengan antusias menyaksikan jalannya upacara.&lt;br /&gt;Prosesi Grebeg Syawal bisanaya dimulai sekitar pukul 10.00 WIB, yang diawali dengan kirab 8 (delapan)bregodo (prajurit) Kraton Yogya dari Siti Hinggil menuju Alun-Alun Utara, di depan gerbang Pagelaran Kraton. Kedelapan bregodo itu yakni Wirobrojo, Daheng, Patangpuluh, Jagakarya, Prawiratama, Ketanggung, Mantrijero dan Nyutra. Disusul Panglima prajurit atau Manggalayudha GBPH Yudhaningrat menempatkan diri ditengah-tengah barisan bregodo sebagai pemimpin upacara.&lt;br /&gt;Selanjutnya sebuah Gunungan Jaler (Laki) &lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_trCJ5-KH9Sk/R-I2HsycCaI/AAAAAAAAADs/FfADrvKnrQw/s400/grebeg+2.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 277px; CURSOR: hand" height="180" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_trCJ5-KH9Sk/R-I2HsycCaI/AAAAAAAAADs/FfADrvKnrQw/s400/grebeg+2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;diusung puluhan abdi dalem keluar dari kraton diiringi oleh Bregodo Bugis dan Surakarsa. Sesampainya di depan Pagelaran, disambut tembakan salvo oleh bregodo kraton yang sebelumnya telah berbaris dalam formasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Iring-iringan Gunungan kemudian menuju halaman Masjid Gedhe kauman di sebelah barat Alun-alun Utara Kraton Yogya. Ratusan pengunjung telah menanti untuk mengalap berkah dari Gunungan itu, usai ritual singkat di depan masjid, secara spontan warga ngerayah atau berebut isi gunungan.&lt;br /&gt;Sebagian orang tua menganggap bila berhasil mendapat isi gunungan akan memberikan berkah tersendiri. Ada juga beberapa anak remaja yang ikut ngrayah namun mereka tampaknya sekedar larut dalam keramaian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-5307188890843720409?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/5307188890843720409'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/5307188890843720409'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/tradisi.html' title='Tradisi'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://3.bp.blogspot.com/_trCJ5-KH9Sk/R-I2HsycCaI/AAAAAAAAADs/FfADrvKnrQw/s72-c/grebeg+2.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-3077891766997561111</id><published>2008-09-02T14:14:00.016+07:00</published><updated>2008-09-05T09:31:27.275+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Tempo Doeloe'/><title type='text'>Tempo Doeloe</title><content type='html'>&lt;a href="http://i215.photobucket.com/albums/cc46/cimot_only/masjid_kauman_1888.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://i215.photobucket.com/albums/cc46/cimot_only/masjid_kauman_1888.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masjid Kauman tahun 1888&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL5Q0AyFbfI/AAAAAAAAAGU/NNd7_d_jp_I/s1600-h/stasiun_tugu_1887.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241715870799326706" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL5Q0AyFbfI/AAAAAAAAAGU/NNd7_d_jp_I/s320/stasiun_tugu_1887.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Stasiun Tugu 1887&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL5QoNJ_wlI/AAAAAAAAAGM/emThC_n2tAw/s1600-h/kantor+pos+dulu.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241715667962413650" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL5QoNJ_wlI/AAAAAAAAAGM/emThC_n2tAw/s320/kantor+pos+dulu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Kantor pos Besar&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.tembi.org/dulu/gedung_societet_1941/gedung_1941.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.tembi.org/dulu/gedung_societet_1941/gedung_1941.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Gedung society tahun 1941 (Sekarang kawasan Shoping Center sebelah timur)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.tembi.org/mataram/images/mataram09-02.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.tembi.org/mataram/images/mataram09-02.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Masjid Mataram Kotagede&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://i215.photobucket.com/albums/cc46/cimot_only/ngasem_1809.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://i215.photobucket.com/albums/cc46/cimot_only/ngasem_1809.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Pasar Ngasem 1809&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.tembi.org/dulu/toko_oen_1936/1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.tembi.org/dulu/toko_oen_1936/1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Toko "Oen" tahun 1946&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.geocities.com/pardjiman/malioboro_1949.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.geocities.com/pardjiman/malioboro_1949.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Malioboro tahun 1949&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.tembi.org/dulu/bank_bni_1946_tahun_1925/image002.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.tembi.org/dulu/bank_bni_1946_tahun_1925/image002.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Bank BNI 46 tahun 1925&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.tembi.org/dulu/tamansari_1881/image2.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.tembi.org/dulu/tamansari_1881/image2.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Taman Sari tahun 1881&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://bernadetadotty.files.wordpress.com/2008/06/tugu-yogya.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bernadetadotty.files.wordpress.com/2008/06/tugu-yogya.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Toegoe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-3077891766997561111?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/3077891766997561111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/3077891766997561111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/tempo-doeloe.html' title='Tempo Doeloe'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL5Q0AyFbfI/AAAAAAAAAGU/NNd7_d_jp_I/s72-c/stasiun_tugu_1887.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-5641316892047284340</id><published>2008-09-02T12:42:00.031+07:00</published><updated>2008-09-10T16:54:32.620+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='soedoet kota'/><title type='text'>Soedoet Kota</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://antobilang.files.wordpress.com/2008/05/jogja.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://antobilang.files.wordpress.com/2008/05/jogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SMCEJJYOP-I/AAAAAAAAAI8/5jhSMx13rso/s1600-h/fort_vredeburg.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://www.pustral-ugm.org/malioboro/galeri/2004/titiknol/16.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.pustral-ugm.org/malioboro/galeri/2004/titiknol/16.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Beteng Vredeburg (Jl A Yani Malioboro)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SMCD83S4ANI/AAAAAAAAAI0/nnnyJJ1xhUE/s1600-h/masjidjogja.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242335047917764818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SMCD83S4ANI/AAAAAAAAAI0/nnnyJJ1xhUE/s320/masjidjogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Masjid Gedhe Kauman&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://img.photobucket.com/albums/v484/CrashingAlien/aaatoegoe.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 266px; CURSOR: hand" height="178" alt="" src="http://img.photobucket.com/albums/v484/CrashingAlien/aaatoegoe.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Stasiun Tugu (kereta api eksekutif)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://mycityblogging.com/yogyakarta/files/2007/07/perak-jalan.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL8weCzGz_I/AAAAAAAAAGc/-VIPla_b9YY/s1600-h/perak-jalan.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241961783987982322" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL8weCzGz_I/AAAAAAAAAGc/-VIPla_b9YY/s320/perak-jalan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;sudutkota penghasil kerajinan perak Kotagede&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.cooldesak.com/upload/content/news/Kotagede.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.cooldesak.com/upload/content/news/Kotagede.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Makam raja di kotagede&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.tembi.org/keraton_yogja/images/pojok_benteng_kulon4.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.tembi.org/keraton_yogja/images/pojok_benteng_kulon4.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pojok Beteng Wetan Kraton Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://jogja.com/pict/P44051467ea35f.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://jogja.com/pict/P44051467ea35f.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Malioboro Mall&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4z4wRIJMI/AAAAAAAAAF0/PUPZGx_kyQg/s1600-h/dokar+malioboro2.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241684066428265666" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://4.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL4z4wRIJMI/AAAAAAAAAF0/PUPZGx_kyQg/s320/dokar+malioboro2.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Andong&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://i136.photobucket.com/albums/q191/cordiaz2000/loenpia/IMG_0510-gang-bersih-jogja.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 181px; CURSOR: hand; HEIGHT: 215px" height="294" alt="" src="http://i136.photobucket.com/albums/q191/cordiaz2000/loenpia/IMG_0510-gang-bersih-jogja.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Perkampungan di Kotegede&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://ct_cun.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/yo_1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://ct_cun.blogs.friendster.com/photos/uncategorized/yo_1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;Teteg sepur Malioboro &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(jalan yg mengubungkan Jalan Malioboro dengan jalan Mangkubumi)&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.sudutpandang.com/wp-content/uploads/2008/03/angkringanyogyes.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.sudutpandang.com/wp-content/uploads/2008/03/angkringanyogyes.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Angkringan (sebagian orang menyebut waroeng koboi)&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://bimowijoseno.files.wordpress.com/2008/06/dsc-3746.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://bimowijoseno.files.wordpress.com/2008/06/dsc-3746.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Rumah tradisional Kotagede&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://farm3.static.flickr.com/2183/2205270323_62deb81f6f.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://farm3.static.flickr.com/2183/2205270323_62deb81f6f.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Bank BNI 46&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/4b/Pasar_Beringharjo.jpg/180px-Pasar_Beringharjo.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/id/thumb/4/4b/Pasar_Beringharjo.jpg/180px-Pasar_Beringharjo.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Pasar Beringharjo&lt;br /&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL-DxcW_JxI/AAAAAAAAAIM/roUXZIS7HM0/s1600-h/Beteng%20at%20Night.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242053376731981586" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL-DxcW_JxI/AAAAAAAAAIM/roUXZIS7HM0/s320/Beteng%2520at%2520Night.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Plengkung gading (pintu beteng bagian selatan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://jogjatogo.com/images/Image/kraton%20edit.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://jogjatogo.com/images/Image/kraton%20edit.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; kraton Yogyakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;a href="http://www.pustral-ugm.org/malioboro/galeri/2004/titiknol/17.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.pustral-ugm.org/malioboro/galeri/2004/titiknol/17.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; Gedung Agoeng (Istana negara pada jaman kemerdekaan) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://www.alumni.ugm.ac.id/simponi/images/foto/kiriman_gempa_tugu.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 200px; CURSOR: hand" alt="" src="http://www.alumni.ugm.ac.id/simponi/images/foto/kiriman_gempa_tugu.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;Tugu (setelah gempa) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://farm3.static.flickr.com/2209/2285885078_1497c5425d.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://farm3.static.flickr.com/2209/2285885078_1497c5425d.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bank Indonesia&lt;/span&gt; &lt;div&gt;&lt;a href="http://um.ugm.ac.id/images/content-front.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 320px; CURSOR: hand" alt="" src="http://um.ugm.ac.id/images/content-front.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-5641316892047284340?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/5641316892047284340'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/5641316892047284340'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/blog-post.html' title='Soedoet Kota'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SMCD83S4ANI/AAAAAAAAAI0/nnnyJJ1xhUE/s72-c/masjidjogja.jpg' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-7938715766548267702</id><published>2008-09-01T15:40:00.013+07:00</published><updated>2008-10-15T15:05:14.416+07:00</updated><title type='text'>Soedoet wisata</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;DESA WISATA (Ds Ledok Sambi)&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL87dPfAkeI/AAAAAAAAAHc/H_Tsw6ThkJg/s1600-h/IMG_0055.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241973864841384418" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL87dPfAkeI/AAAAAAAAAHc/H_Tsw6ThkJg/s320/IMG_0055.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Ingin merasakan suasana pedesaan yg asri dan alami sambil berpetualang di areal persawahan melalui sungai yg berbatuan. Coba telusuri desa wisata &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Pentingsari – Kali Pawon – Sawah Ndoyo – Susur Kali Kuning – Ledok Sambi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Desa yg berjarak sekitar 15 km Yogyakarta dan kurang lebih 8 km sampai Taman Wisata Kaliurang. Dengan waktu tempuh hanya 30 menit dari pusat kota Jogja, kita tidak akan bosan menikmati pemandangan yg indah &amp;amp; menakjubkan di sepanjang jalan yg dilalui. Jangan lewatkan kesempatan ini. Jangan sampai mata berkedip apalagi sampai ketiduran. Bisa menyesal seumur hidup dech. Suasana dingin mulai terasa saat memasuki desa Pentingsari yg merupakan titik awal untuk melakukan 'ritual jejak petualang' sebelum menuju garis akhir di desa Ledoksari. Dari sini melalui perkampungan dengan penduduk yg ramah, sambil melihat kebun salak yg banyak di tanam di pekarangan rumah penduduk desa. Jangan harap di sini ketemu becak apalagi bajaj. Sehabis melewati perkampungan kita dihadapkan pada areal kebun penduduk yg banyak ditanami tanaman palawija seperti ketela, kancang panjang. Setelah itu sepanjang jalan setapak kita bisa melihat petani bercocok tanam di areal kebun mereka. Kemudian kita melalui areal persawahan yang banyak ditanami padi atau tanaman khas pegunungan seperi sawi, kol, wortel dll. Dari sini bisa melihat langsung gunung Merapi dengan jelas (asal cuaca cerah). Terasa sangat dekat, ya sekitar satu atau dua ratus kayuh naik becak dua atau tiga sungai terlampaui.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Melului sungai kecil dengan bebatuan yg dialiri air yg sangat jernih sungguh mengasyikan. Betul lho ... ane tdk bohong. Dengan bebatuan besar kecil yg licin sebaiknya hati-hati bila melewatinya. Kurang lebih 2 jam akhirnya tak terasa sampai juga di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;tujuan akhir desa Ledoksambi. Walaupun perjalanan panjang sampai disini di jamin nggak capek dech. Bahkan kembali ke desa awalpun tidak akan bosan. Apalagi sudah menunggu makanan khas desa, yang masih anget dengan sambel pedas dan sayur yg baru dipetik dari kebun ... hmmm.. benar2 nikmat... Segala macam fastfood ataupun junkfood sangat dilarang memasuki area ini ... ahhh dijamin lupa pekerjaan kantor sesaaat ...&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Berminat berpetualang ala &lt;strong&gt;si bolang (alias bocah ilang)&lt;/strong&gt; silahkan hub &lt;strong&gt;erwin 08886828332&lt;/strong&gt; atawa &lt;strong&gt;Nunung Sutejo 08886978008&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL84u3s-8KI/AAAAAAAAAHU/VtDyiVG4S1E/s1600-h/Picture1.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241970869160308898" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL84u3s-8KI/AAAAAAAAAHU/VtDyiVG4S1E/s320/Picture1.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; latar belakang gunung Merapi&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL82Pub5rgI/AAAAAAAAAHE/CAHBOS097-A/s1600-h/100_6290.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SMDmUSnmCuI/AAAAAAAAAJI/aFhjxyw9sok/s1600-h/100_6289_.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242443202528938722" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SMDmUSnmCuI/AAAAAAAAAJI/aFhjxyw9sok/s320/100_6289_.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Lokasi desa wisata&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL9bsFmEWoI/AAAAAAAAAH8/QcCmu9xFzFE/s1600-h/IMG_0071.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242009304256764546" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL9bsFmEWoI/AAAAAAAAAH8/QcCmu9xFzFE/s320/IMG_0071.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL81nTynljI/AAAAAAAAAG0/e5W8ihfdu2M/s1600-h/100_6255.JPG"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241967440726300210" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL81nTynljI/AAAAAAAAAG0/e5W8ihfdu2M/s320/100_6255.JPG" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt; meniti di areal persawahan&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL8828QUpsI/AAAAAAAAAHk/pi5OuNLjsnE/s1600-h/sungai.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241975405867738818" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL8828QUpsI/AAAAAAAAAHk/pi5OuNLjsnE/s320/sungai.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;menerjang di aliran sungai yg dipenuhi bebatuan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL-mZjhl2uI/AAAAAAAAAIs/qMVatAV6IlY/s1600-h/maboer.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242091449245620962" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL-mZjhl2uI/AAAAAAAAAIs/qMVatAV6IlY/s320/maboer.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;auoooo .....&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL-kqQ0TQUI/AAAAAAAAAIk/9ELYdhhHMuw/s1600-h/100_6253.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5242089537258340674" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL-kqQ0TQUI/AAAAAAAAAIk/9ELYdhhHMuw/s320/100_6253.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;naik gunung turun gunung jalan licin kegelundung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://3.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL89vyNysdI/AAAAAAAAAHs/kbp27jKHRSA/s1600-h/100_6252.JPG"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241976382425313746" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://3.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL89vyNysdI/AAAAAAAAAHs/kbp27jKHRSA/s320/100_6252.JPG" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;melewati perkampungan nan asri bebas polusi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL80inV6leI/AAAAAAAAAGk/CYtuuwJ4Ja4/s1600-h/gunung-merapi.jpg"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5241966260563645922" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL80inV6leI/AAAAAAAAAGk/CYtuuwJ4Ja4/s320/gunung-merapi.jpg" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; Gunung Merapi sedang batuk .... Dilihat dari kota Yogya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;___________________________________________________________________________&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;strong&gt;Wisata Pantai &lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Gunung Kidul - kota kawasan Pantai&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;APA yang terlintas di benak Anda jika mendengar Gunung Kidul? Kering dan tandus? Jika iya, Anda memang tidak salah. Namun, wisata pantai di daerah ini patut Anda kagumi. Gunung Kidul berada pada deretan Pegunungan Selatan atau juga Pegunungan Sewu. Daerah ini merupakan perbukitan batu gamping (limestone) dan bentang alam karst yang tandus dan kekurangan air permukaan. Bagian tengah merupakan cekungan Wonosari (Wonosari Basin) yang telah mengalami proses tektonik sehingga yang tampak dataran tinggi Wonosari. Jadi wajar jika masih banyak orang berpikir Gunung Kidul itu panas. Namun, di balik anggapan tersebut, Gunung Kidul justru mempunyai pesona tersendiri. Gunung Kidul kaya wisata alam, mulai karst hingga pantai. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Untuk wisata pantai, warga Gunung Kidul patut bangga. Mereka memiliki banyak wisata pantai yang indah. Dari kawasan pesisir yang panjangnya sekitar 70 km, terdapat 15 kawasan wisata pantai yang menjadi andalan pariwisata di Gunung Kidul. Pantai-pantai itu tersebar di beberapa kecamatan, di antaranya Kecamatan Tepus, Tanjungsari, Girisubo, Saptosari, Purwosari, dan Panggang. Sebut saja Pantai Kukup, Pantai Gesing, Pantai Ngobaran, Pantai Krakal, Pantai Sundak, Pantai Sepanjang, Pantai Ngandong, dan Pantai Wediombo yang menghadirkan keindahan pasir putih, biota laut, dan terumbu karang. Ratusan jenis ikan hias dapat disaksikan langsung saat permukaan air laut tenang. Kesan tandus bagi Gunung Kidul tertutupi potensi Pantai Baron, Pantai Ngrenehan, Pantai Siung, Pantai Drini, dan Pantai Sadeng yang merupakan andalan untuk pemasokan ikan laut segar di dalam negeri. Di antaranya, ikan bawal, tuna, kakap, layur, lobster, tongkol, pari,dan hiu. Keindahan juga dihiasi dengan pepohonan pantai, seperti Pantai Drini, memiliki kekhasan pohon drini, yaitu sejenis perdu yang tumbuh di bebatuan Pantai Drini. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;S&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;ayangnya, pohon drini mulai sulit ditemukan seiring dengan ulah tangan-tangan jahil yang mengambil pohon tersebut untuk dijual. Kini yang tersisa hanyalah tanaman-tanaman drini kecil yang tumbuh di bebatuan pantai. Beberapa jenis ikan hias juga semakin sulit dicari, seiring dengan maraknya pemburuan ikan hias. Sering kali, penangkapan ikan tersebut menggunakan potas, yaitu zat kimia yang berfungsi memabukkan hewan, tapi dapat membunuh ikan-ikan kecil lainnya. Ikan-ikan hias jenis scorpion, angel, dan lettersix yang biasanya mudah ditemukan di kawasan Pantai Krakal, dan Kukup, kini sulit dicari. Harganya pun sekarang sudah relatif mahal, di atas Rp100.000 per ekor. Demikian pula pemburuan terhadap terumbu karang semakin gencar, setiap set bisa laku Rp20.000 - Rp50.000. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;a href="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SOBTgRuNawI/AAAAAAAAAJg/ls4fr26ZiWQ/s1600-h/beach_gunungkidul.jpg"&gt;&lt;img id="BLOGGER_PHOTO_ID_5251288979492137730" style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; CURSOR: hand" alt="" src="http://1.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SOBTgRuNawI/AAAAAAAAAJg/ls4fr26ZiWQ/s320/beach_gunungkidul.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Berdasarkan data Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Gunung Kidul, objek wisata pantai menyumbang sekitar 95% dari retribusi pariwisata di Gunung Kidul. Meskipun demikian , pantai-pantai itu tidak digarap secara serius. Sebagian besar kawasan wisata pantai belum dilengkapi sarana pendukung yang utama, seperti listrik, transportasi umum, maupun keamanan pantai. Dari 15 kawasan wisata pantai di Gunung Kidul, hanya Pantai Baron dan Kukup yang telah dilengkapi sarana listrik. Demikian pula transportasi umum hanya tersedia menuju ke kawasan Pantai Baron, Kukup, dan Drini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-7938715766548267702?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/7938715766548267702'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/7938715766548267702'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2003/09/soedoet-wisata.html' title='Soedoet wisata'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author><media:thumbnail xmlns:media='http://search.yahoo.com/mrss/' url='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SL87dPfAkeI/AAAAAAAAAHc/H_Tsw6ThkJg/s72-c/IMG_0055.JPG' height='72' width='72'/></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4013797183287838943.post-4143490178606782380</id><published>2008-08-04T14:43:00.001+07:00</published><updated>2008-10-15T14:43:42.964+07:00</updated><title type='text'>arsip</title><content type='html'>&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="http://mycityblogging.com/yogyakarta/files/2007/09/kampoeng-ramadhan.jpg"&gt;&lt;img style="FLOAT: left; MARGIN: 0px 10px 10px 0px; WIDTH: 431px; CURSOR: hand; HEIGHT: 185px" height="185" alt="" src="http://mycityblogging.com/yogyakarta/files/2007/09/kampoeng-ramadhan.jpg" border="0" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;span style="font-size:85%;"&gt;Takjil (lidah jawa) .......... Ngabuburit (bahasa latin). Apapun istilahnya, kata inilah yang sering kita terdengar apabila memasuki bulan puasa. Kata itu bila diartikan kurang lebih adalah kegiatan umat muslim di sebuah lokasi sambil menunggu waktu berbuka puasa. Dan 'tradisi' itulah yang hingga kini masih dipertahankan umat muslim dimanapun, termasuk Yogyakarta.&lt;br /&gt;Salah satu tempat favourit kegiatan tsb bagi 'wong Jogja' selain di sekitar Masjid Gedhe Kauman adalah di sepanjang jalan Jogokariyan. Untuk di Jogokariyan, sering disebut dengan Pasar Sore Kampung Ramadhan, mulai buka dari siang sampai shalat terawih, dan menempati seluruh ruas Jalan Jogokariyan.Setiap menjelang buka puasa, di Kampung Ramadhan yang berpusat di Masjid Jogokariyan digelar, sudah ramai pembeli bahkan sampai macet banyak yang berburu makanan khas puasa seperti kolak,es degan,es dawet, coctail, jenang (bubur sumsum), kurma dan berbagai kebutuhan untuk buka puasa.&lt;br /&gt;Keunikan Kampung Ramadhan ini adalah mayoritas pedagangnya berasal dari Kampung Jogokariyan.Hanya satu dua pedagang dari luar Kampung Jogokariyan saja yang ikut menyemarakkan suasana ini.Sekitar 60 pedagang di sana menawarkan dagangannya dengan harga relatif terjangkau. Selain pasar sore, sambil menunggu datangnya waktu berbuka di Masjid Jogokariyan juga berlangsung siraman rohani.&lt;br /&gt;Antusiasme warga atas kegiatan ini membuat Kampung Ramadhan menjadi tradisi tahunan. Pasar Sore Kampung Ramadhan inipun menjadi wisata alternatif bagi warga Yogyakarta.Anda ingin menikmati suasana yg hanya terjadi setahun sekali ini ... silahkan 'berbondong-bondong' ke jalan Parangtritis (sebelah barat hotel Matahari). Dari kota Jogja ke arah selatan kurang lebih 2 km.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4013797183287838943-4143490178606782380?l=klaklik-klaklik.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/4143490178606782380'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4013797183287838943/posts/default/4143490178606782380'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://klaklik-klaklik.blogspot.com/2008/09/soegeng-enjang.html' title='arsip'/><author><name>klaklik klithikan</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07085675622690097151</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://2.bp.blogspot.com/_Mncwm0y5HNc/SLzRuhmhSmI/AAAAAAAAACI/yX_T7I1OvjU/S220/101_1164.JPG'/></author></entry></feed>
